Kamis, 08 Maret 2012

TUGAS REPRODUKSI


TUGAS REPRODUKSI

Pengampu : M. Fakhrur Saifudin
Mata kuliah : Membaca Komprehehsif
Nama           : Suci Mahardikawati
Nim             : A 310110068

Rangkuman / Resume dari buku :
Judul   : MORFOLOGI
Oleh    : PROF.DRS.M.RAMLAN

BAB 1
MORFOLOGI
~ Soal-soal y ang berhubungan dengan bentuk kata itulah yang menjadi obyek daripada suatu ilmu yang lazim disebut morfologi.
~ Karena itu, maka morfologi, disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk bentuk kata, juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata.
~ Morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa  morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik gramatik maupun fungsi semantik.
MORFOLOGI & LEKSIKOLOGI
~ Leksikologi mempelajari seluk-beluk kata, ialah mempelajari perbendaharaan kata dalam suatu bahasa, mempelajari pemakaian kata.
ð  Perbedaan Morfologi & Leksikologi
~ Morfologi : mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, ialah biasa disebut arti gramatik (gramatical meaning) atau makna.
~ Leksikologi : mempelajari arti yang lebih kurang tetap terkadang dalam kata, atau yang lazim disebut arti leksikal (lexical meaning)
Arti leksikal dan pemakaian kata tersebut dibicarakan dalam leksikologi, sedangkan dalam morfologi dibicarakan perubahan bentukny~ Morfologi menyelidiki seluk-beluk bentuk kata.
MORFOLOGI & ETIMOLOGI
~ Morfologi menyelidiki seluk-beluk bentuk kata.
~ Etimologi ilmu yang mempelajari seluk-beluk asal sesuatu kata secara khusus.
 MORFOLOGI & SINTAKSIS
~  Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata. Satuan yang paling kecil yang diselidiki oleh morfologi ialah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata.
~ Sintaksis mempelajari hubungan antara kata / frase / klausa / kalimat yanglain atau tegasnya mempelajari seluk-beluk frase, klausa, kalimat, dan wacana.
BAB 2
SATUAN-SATUAN GRAMATIK
BENTUK TUNGGAL & BENTUK KOMPLEKS
~ Bentuk Tunggal : Satuan gramatikal yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil.
~ Bentuk Kompleks : Satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil.
MORFEM, MORF, ALOMORF, DAN KATA
~ Yang dimaksud kata ialah satuan bebas yang paling kecil, atau dengan kata lain, setiap satu satuan bebas merupakan kata.
DERETAN MORFOLOGIK
~ Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya
BENTUK ASAL & BENTUK DASAR
~ Bentuk asal  : satuan yang paling kecil yang menjadi asal sesuatu kata kompleks.
~ Bentuk dasar : satuan, baik tunggal maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi satuan yang lebih kasar.
Bentuk asal selalu berupa bentuk tunggal, berbeda dengan bentuk dasar, mungkin berupa bentuk tunggal.
BAB 3
APAKAH PROSES MORFOLOGIK ITU ?
~ Proses morfologik yaitu proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya.
~ Proses pembentukan kata dengan membubuhkan bubuhan yang disebut afiks itu disebut proses pembubuhan afiks atau afiksasi, dan kata yang dibentuk dengan proses ini disebut berafiks.
~ Proses pembentukan kata dengan pengulangan bentuk dasarnya itu disebut proses perulangan atau reduplikasi, dan kata yang dibentuk dengan proses ini disebut kata ulang.
~ Proses pembentukan kata dengan penggabungan semacam itu disebut proses pemajemukan, dan kata yang dibentuk dengan proses ini disebut kata majemuk.
PROSES PEMBUBUHAN AFIKS
~ Proses pembubuhan afiks ialah pembubuhan afiks pada sesuatu satuan, baik satuan itu maupun bentuk kompleks, untuk membentuk kata.
~ Satuan yang dilekati afiks atau yang menjadi dasar pembentukan bagi satuan yang lebih besar itu disini disebut bentuk dasar.
AFIKS
~ Afiks ialah satuan gramatik terikat yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan lain untukmembentuk kata atau pokok kata baru.
Setiap afiks tentu berupa satuan terikat, artinya dalam tuturan biasa tidak dapat berdiri sendiri, dan secara gramatik selalu melekat pada satuan lain.
AFIKS YANG PRODUKTIF & AFIKS YANG IMPRODUKTIF
~ Afiks yang produktif ialah afiks yang hidup, yang memiliki kesanggupan yang besar untuk melekat pada kata-kata atau morfem-morfem, seperti ternyata dari disribusinya.
~Afiks yang improduktif  ialah afiks yang sudah usang, yang distribusinya terbatas pada beberapa kata, yang tidak lagi membentuk kata-kata baru.
BAB 4
MORFOFEMIK
~ Morfofemiik mempelajari perubahan–perubahan fonem yang timbul sebagai akibat pertemuan morfem dengan morfem lain.
BAB 5
FUNGSI PROSES PEMBUBUHAN AFIKS DAN PENGULANGAN
FUNGSI DAN MAKNA
~ Afiks-an befungsi mengubah kata verbal menjadi kata nomimal, atau dengan kata lain berfungsi sebagai pembentuk kata nominal.
~ Afiks-meN mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata verbal.
~ Afiks-peN berfungsi sebagai pembentuk kataa nominal.
~ Proses morfologik itu mempunyai fungsi gramatik, ialah fungsi berhubungan dengan ketatabahasaan. Morfologik jga mempunyai fungsi semantik.
~ Yang dimaksud kata verbal ialah kata yang pada tataran klausa mempunyai kecenderungan menduduki fungsi predikat, dan pada tataran dapat dinegatifkan dengan kata tidak.